Assalamu'alaikum, Wr, Wb Selamat Datang di dunia Pendidikan
RSS
 

SARANA BERPIKIR ILMIAH

04 Feb

 

  • Perbedaan utama manusia dan binatang terletak pada kemampuan manusia untuk mengambil jalan melingkar dlam mencapai tujuan.
  • Manusia disebut homo faber artinya mahluk yang membuat alat.
  • Sarana berpikir ilmiah bukan merupakan ilmu dalam pengertian bahwa sarana berpikir ilmiah merupakan kumpulan pengetahuan yang didapatkan berdasarkan metode ilmiah.
  • Tujuan mempelajari sarana berpikir ilmiah adalah untuk memungkinkan kita melakukan penelaahan secara baik.
  • Tujuan mempelajari ilmu adalah untuk mendapatkan pengetahuan yang bisa mesalah sehari-hari.
  • Sarana berpikir ilmiah berupa :
  1. bahasa sebagai alat komunikasi verbal
  2. logika sebagai alat berpikir
  3. matematika berperan dalam pola berpikir deduktif
  4. statistika berperan dalam pola berpikir induktif

 

BAHASA

  • Keunikan manusia adalah kemampuan berbahasa.
  • Menurut Ernst Cassirer, manusia sebagai animal symbolicum artinya mahluk yang mempergunakan simbol. (Animal symbolicum lebih luas cakupannya dari pada homo sapiens).
  • Bahasa mengkomunikasikan 3 hal :
  • Menurut Kneller, bahasa mempunyai fungsi :
  • Bahasa sebagai serangkaian bunyi.
  • Bahasa merupakan lambang dimana rangkaian bunyi tersebut membentuk suatu arti tertentu.
  • Perbedaan pendidikan manusia dan binatang :
  1. buah pikiran
  2. perasaan
  3. sikap
  1. simbolik
  2. emotif
  3. efektif

-          tujuan manusia belajar agar berbudaya

-          tujuan binatang belajar untuk mempertahankan jenisnya

  • Komunikasi ilmiah harus bersifat reproduktif (materi yang diterima komunikan harus sama dengan yang diberikan oleh komunikator) dan harus terbebas dari unsur-unsur emotif (jelas dan objektif) atau antiseptik.
  • Menurut Charlton Laird, tata bahasa merupakan alat dalam mempergunakan aspek logis dan kreatif dari pikiran untuk mengungkapkan arti dan emosi dengan mempergunakan aturan-aturan tertentu.
  • Kekurangan bahasa :
  1. bahasa bersifat multifungsi
  2. memiliki arti yang tidak jelas dan eksak yang dikandung oleh kata-kata yang membangun bahasa
  3. bahasa bersifat berputar-putar (sirkular) dalam memberikan kata-kata terutama dalam memberikan definisi
  4. konotasi yang bersifat emosional

 

MATEMATIKA

  • Matematika sebagai bahasa

-          matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan

-          matematika adalah bahasa yang berusaha untuk menghilangkan sifat kabur dan emosional dari bahasa verbal

-          pernyataan matematika mempunyai sifat yang jelas, spesifik dan informatik dengan tidak menimbulkan konotasi yang bersifat emosional

  • Sifat kuantitatif dari matematika

-          matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif

-          bahasa matematika bersifat eksak

  • Matematika sebagai sarana berpikir deduktif

-          secara deduktif, matematika menemukan pengetahuan yang baru berdasarkan premis-premis tertentu

  • Perkembangan matematika

-          ditinjau dari perkembangannya, ilmu dibagi dalam 3 tahap :

  1. sistematika
  2. komparatif
  3. kuantitatif

-          matematika berpikir sebagai alat berpikir logis (Wittgenstein)

-          menurut Bertand Russell, matematika adalah kuasa kedewasaan logika sedangkan logika adalah masa kecil matematika

-          kebenaran matematika tidak ditentukan oleh pembuktian secara empiris, melainkan pada proses penalaran deduktif

-          menurut Griffits dan Howson (1974), perkembangan matematika ada 4 tahap :

  1. Mesir kuno (3.500 S.M.) dan sekitar (Babylonia dan Mesopotamia)

-          kegunaan praktis dari matematika

  1. Yunani (300 S.M.)

-          aspek astetik dari matematika

-          ilmu ukur dalam buku ”Element” oleh Euclid

  1. Bangsa Timur (± 1.000 S.M.), seperti : Arab, India, Cina

-          ilmu hitung dan aljabar

  1. Abad pertengahan atau zaman renaissance (abad 17 atau 18)

-          kalkulus diferensial

-          matematika sebagai bahasa simbolik

-          menurut Howard F. Fehr, matematika dalam hubungannya komunikasi ilmiah mempunyai peranan ganda, yaitu sebagai ratu dan pelayan ilmu

-          menurut Morris Kline, matematika sebagai bahasa bersifat ekonomis dengan kata-kata

  • Beberapa aliran dalam filsafat matematika :
  1. Logistik

tokoh :

-          Immanuel Kant (1724 – 1804)

Matematika merupakan pengetahuan yang bersifat sintetik apriori (eksistensi matematika tergantung dari pancaindra).

-          Gottlob Frege (1848 – 1925)

Matematika merupakan pengetahuan logistik (cara berpikir logis yang salah atau benarnya dapat ditentukan).

  1. Intuisionis

tokoh :

-          Bertand Russell dan Whitehead

Seluruh matematika dapat direduksi ke dalam proporsi-proporsi logika.

-          Jan Brouwer (1881 – 1966)

Matematika merupakan pengetahuan intuisionis (intuisi murni dari berhitung merupakan titik tolak tentang matematika bilangan.

  1. Formalis

tokoh :

-          David Hilbert (1862 – 1943)

Banyak masalah dibidang logika yang tidak dapat hubungan dengan matematika.

Matematika merupakan pengetahuan tentang struktur formal dari lambang

STATISTIKA

  • Peluang merupakan dasar teori peluang.
  • Blaise Pascal (1623 – 1662) dan Pierre de Fermat (1601 – 1665) mengembangkan cikal bakal teori peluang.
  • Thomas Bayes (1763) mengembangkan teori peluang subjektif  (kepercayaan seseorang akan terjadinya suatu kejadian).
  • Abraham Demoivre (1667 – 1754) mengembangkan teori galat atau kekeliruan (theory of error).
  • Thomas Simpson (1757) menyimpulkan bahwa terdapat suatu distribusi berlanjut dari suatu variabel dalam suatu frekuensi yang cukup banyak.
  • Pierre Simon de Laplace (1749 – 1827) menemukan distribusi normal.
  • Francis Galton (1822 – 1911) dan Karl Pearson (1857 – 1936) menemukan distribusi yang tidak berupa kurva normal.
  • Karl Friedrich Gauss (1777 – 1855) mengembangkan teknik kuadrat terkecil (least squares) simpangan baku dan galat baku untuk rata-rata (the standart error of the mean).
  • Karl Pearson (1857 – 1936) mengembangkan konsep regresi, korelasi, distribusi chi-kuadrat dan analisa statistika untuk data kualitatif.
  • William Searly Gosset mengembangkan konsep pengambilan contoh.
  • Ronald Alylmer Fisher (1890 – 1962) mengembangkan desain eksperimen, analisis varians dan kovarians, distribusi-z, distribusi-t, uji signifikan dan teori tentang perkiraan (theory of estimation).
  • Statistika berkembang lebih cepat dari pada matematika.
  • Statistika sebagai sarana berpikir induktif.
 
Comments Off

Posted in Lain-Lain

 

Tags:

Comments are closed.

 
1 visitors online now
0 guests, 1 bots, 0 members
Max visitors today: 1 at 12:27 am UTC
This month: 11 at 07-01-2014 03:40 am UTC
This year: 14 at 05-01-2014 04:39 pm UTC
All time: 92 at 11-05-2013 10:26 am UTC
Terima Kasih atas kunjungan anda...Wassalam