Articles Comments

Fuddin Van Batavia » Ringkasan Materi Kuliah » KORELASI GANDA DAN KORELASI PARSIAL

KORELASI GANDA DAN KORELASI PARSIAL

A. Korelasi Ganda

Korelasi ganda (multiple correlation) adalah korelasi antara dua atau lebih variable bebas secara bersama-sama dengan suatu variable terikat. Angka yang menunjukkan arah dan besar kuatnya hubungan antara dua atau lebih variable bebas dengan satu variable terikat disebut koefisien korelasi ganda,  dan basa disimbolkan R.

Rumus korelasi ganda dari dua variable bebas (X1 dan X2) dengan satu variable terikat (Y) sbb:

Dimana:

 = koefisien korelasi ganda antara X1 dan X2 bersama-sama dengan Y

      = Koefisien korelasi antara X1 dengan Y

      = Koefisien korelasi antara X2 dengan Y

     = Koefisien korelasi antara X1 dengan X2

Hipótesis yang diuji:

H0 ;   R = 0

Ha :   R > 0  ;  R < 0  ;  R ? 0

Pengujian hipótesis menggunakan uji F (tabel distribuís F) dengan derajat kebebasan (dk):

dk1 = dk pembilang = k  (k =banyaknya variable bebas) dan

dk2 = dk penyebut  = n-k-1  (n = banyaknya pasang data/sampel)

Konversi nilai koefisien R terhadap nilai F hitung menggunakan humus:

Kriteria pengujian hipótesis:

Tarima H0 jika Fhitung < Ftabel, atau

Tolak H0 jika Fhitung > Ftabel

B. KORELASI PARSIAL

Korelasi parsial digunakan untuk mengetahui derajat hubungan antara suatu variable bebas dengan satu veriabel terikat, dengan cara mengkondisikan variable bebas lainnya dibuat tetap/constan/dikendalikan dalam analisis multiple corelation.

Untuk analisis korelasi ganda yang terdiri atas dua variable bebas (X1 dan X2) dengan satu variable terikat (Y), ada 2 (dua) korelasi parcial yaitu:

  1. Korelasi parsial antara X1 dengan Y, dan variable X2 dikendalikan/tetap rumusnya:

 

  1. Korelasi parsial antara X2 dengan Y, dan variabel X1 dikendalikan/tetap rumusnya:

 

Hipótesis yang diuji:

H0 ;   rp = 0

Ha :   rp > 0  ;  rp < 0  ;  rp ? 0

Pengujian hipótesis menggunakan uji t (tabel distribuís t) dengan derajat kebebasan : dk = n – 3

Konversi nilai koefisien rp terhadap nilai t hitung menggunakan humus:

Kriteria pengujian hipótesis:

Tarima H0 jika t hitung < t tabel, atau

Tolak H0 jika t hitung > t tabel

Written by

Assalamu'alaikum, Wr, Wb Selamat Jumpa di lingkungan Web PEP-UHAMKA Jakarta

Filed under: Ringkasan Materi Kuliah · Tags:

Comments are closed.