Assalamu'alaikum, Wr, Wb Selamat Datang di dunia Pendidikan
RSS
 

ANALISIS DESKRIPTIF

10 Jan

Ada berbagai macam alat analisis statistik untuk membantu model penelitian yang bersifat eksploratif dan penelitian deskriptif. Modus, median dan rata-rata (mean) merupakan gambaran dan ukuran kecenderungan tengah untuk suatu atau sekelompok subyek. Modus merupakan ukuran atau sifat yang paling sering muncul atau sifat yang paling banyak ada. Statistik modus ini bisa digunakan untuk menggambarkan variabel yang berskala apa saja, terutama untuk variabel yang berskala nominal dan ordinal.
Adapun statistik median dapat digunakan bila sifat yang akan digambarkannya itu berskala ordinal maupun interval. Tetapi median ini tidak dapat digunakan untuk menggambarkan varibel yang berskala nominal. Sedangkan statistik rata-rata hanya cocok untuk menggambarkan variabel yang berskala pengukurannya minimal interval. Rata-rata ini tidak dapat digunakan untuk menggambarkan variabel berskala nominal ataupun ordinal.
Untuk menggambarkan suatu fenomena atau gejala atau variabel, seringkali kita tidak puas hanya memaparkan ukuran kecenderungan pemusatan saja, tetapi masih perlu memaparkan ukuran penyebarannya. Misalnya saja kita ingin mendeskripsikan bagaimanakah penghasilan petani di suatu desa. Maka kita tidak cukup hanya menggambarkan penghasilan rata-rata saja tetapi kita perlu juga memaparkan berapakah penghasilan petani yang tertinggi? berapakah yang terendah ? … dan sebagainya. Statistik yang menggambarkan ukuran penyebaran data diantaranya yang paling sering digunakan adalah simpangan baku, varian, simpangan atau selisih maksimum dengan minimum, frekuensi relatif dan sebagainya.

Pada Tabel 1 berikut ini disajikan berbagai alat statistika deskriptif yang dapat digunakan untuk berbagai model analisis eksplorasi dan model analisis deskriptif.

Tabel 1 : Beberapa Alat Statistik Deskriptif
SIFAT YANG INGIN DIKETAHUI SKALA PENGUKURAN VARIABEL
NOMINAL ORDINAL INTERVAL/RASIO
KECENDERUNGAN TENGAH Modus Modus
Median Rata-rata
Median
Modus
PENYEBARAN Frekuensi relatif Simpangan
Kuartil Varian
Simpangan baku
Range
Maksimum
Minimum
FREKUENSI Persentase
Angka mutlak Persentase
Angka mutlak
Komulatif

Analisis deskriptif ini pada program SPSS ini dapat dilakukan dengan beberapa modul, diantaranya adalah FREQUENCIES, DESCRIPTIVES, EXAMINE, dan CROSSTABS.

A. Contoh membuat table frekuensi dengan SPSS.

Sebagai contoh, kita akan mengambil butir soal nomor 1 (B01) untuk dibuat tabel frekuensinya dengan menggunakan paket program SPSS. Lihat kembali Data Hasil Rekapitulasi Pengamatan Pembelajaran IPA dalam bentuk atau format SPSS di bawah ini, terutama untuk butir nomor 1 yang berada pada kolom kedua (kolom B01).

Prosedur untuk membuat table frekuensi adalah sebagai berikut:

1. Arahkan cursor dan click icon Analysis pada menu utama Data Editor, kemudian pilih menu Descriptive Statistics, dan kemudian pilih dan click submenu Frequencies… seperti yang terlihat di bawah ini:

2. Pilih variable (variabel-variabel) yang akan dibuat table frekuensinya dengan cara mengarahkan cursor di daftar nama variable (kota sebelah kiri) dan click variable yang dipilih, kemudian arahkan cursor dan click icon , maka variable itu akan pindah ke kotak Variable(s) yang ada di sebelah kanan.

Dan langkah ini akan memberikan tampilan sebagai berikut:

3. Langkah kedua ini dilakukan berulang kali sampai seluruh variable yang akan dibuat table frekuensinya berada di kotak sebelah kanan (dalam contoh ini kita hanya akan membuat table frekuensi untuk butir nomor 1 B01), kemudian arahkan cursor dan click icon OK, maka akan menghasilkan tampilan table frekuensi sebagai berikut:

Setiap hasil analisis akan disajikan pada SPSS Viewer Output.

B. Contoh membuat sajian visual dengan SPSS.

Sebagai contoh, kita akan mengambil butir soal nomor 1 (B01) untuk dibuat diagram batangnya (Histogram) dengan menggunakan paket program SPSS. Lihat kembali Data Hasil Rekapitulasi Pengamatan Pembelajaran IPA dalam bentuk atau format SPSS di bawah ini, terutama untuk butir nomor 1 yang berada pada kolom kedua (kolom B01).

Prosedur untuk membuat diagram batang (histogram) dengan SPSS adalah sebagai berikut:
1. Arahkan cursor dan click icon Graphs pada menu utama Data Editor, kemudian pilih jenis sajian visual yang diinginkan (dalam contoh ini pilih dan click submenu Bar… , karena akan memibuat diagram batang) seperti yang terlihat di bawah ini:

2. Tentukan jenis dan model histogram yang diinginkan dengan cara mengarahkan cursor dan click icon jenisnya (Simple, Clustered, atau Stacked) pada menu Bar Charts, kemudian arahkan dan click cursor Define (dalam contoh ini kita pilih jenis diagram batang yang Simple) seperti yang terlihat di bawah ini:

3. Pilih variable (dalam contoh ini kita ambil B01) yang akan dibuat diagram batangnya dengan cara mengarahkan cursor di daftar nama variable (kota sebelah kiri) dan click variable yang dipilih, kemudian arahkan cursor dan click icon pada Category Axis, maka variable itu akan pindah ke kotak yang ada di sebelah kanan.

4. Langkah ketiga adalah kita menentukan yang akan menjadi batangnya itu nilai apanya (n of cases, comulative n, % of cases, cumulative %, ataukah statistic lainnya), untuk kasus ini misalnya kita ambil n of cases, dengan cara mengaktifkan pada lingkaran kecil didepannya, kemudian arahkan cursor dan click icon OK, maka akan menghasilkan tampilan histogram sebagai berikut:

Setiap hasil analisis akan disajikan pada SPSS Viewer Output.

C. Contoh menghitung statistik dasar dengan SPSS (DESCRIPTIVES).

Sebagai contoh, kita akan mengambil butir soal nomor 1 (B01) untuk dihitung nilai-nilai statistik dasarnya (misalnya total, mean, dan standar deviasi) dengan menggunakan paket program SPSS. Lihat kembali Data Hasil Rekapitulasi Pengamatan Pembelajaran IPA dalam bentuk atau format SPSS di bawah ini, terutama untuk butir nomor 1 yang berada pada kolom kedua (kolom B01).

Prosedur untuk menghitung statistic dasar dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui submenu Descriptives… dan submenu Frequencies…. Prosedur menghitung statistik dasar dengan submenu Descriptives… adalah sebagai berikut:

a. Arahkan cursor dan click icon Analysis pada menu utama Data Editor, kemudian pilih menu Descriptive Statistics, dan kemudian pilih dan click submenu Descriptives… seperti yang terlihat di bawah ini:

b. Pilih variable (variabel-variabel) yang akan dihitung statistik dasarnya dengan cara mengarahkan cursor di daftar nama variable (kota sebelah kiri) dan click variable yang dipilih, kemudian arahkan cursor dan click icon , maka variable itu akan pindah ke kotak Variable(s) yang ada di sebelah kanan.

c. langkah ini akan memberikan tampilan sebagai berikut:

d. Langkah kedua ini dilakukan berulang kali sampai seluruh variable yang akan dibuat table frekuensinya berada di kotak sebelah kanan (dalam contoh ini kita akan menghitung dan menampilkan statistik dasar untuk seluruh variable, yaitu dari B01 sampai dengan B19, dan Total), kemudian arahkan cursor dan click icon Options, maka akan menghasilkan tampilan Descriptives Option sebagai berikut:

e. Langkah keempat adalah menentukan statistik dasar yang akan dihitung dan ditampilkan dengan cara memilih meng-click statistik dasar yang diinginkan (misalnya: total/Sum, mean, standar deviasi, dan sebagainya), kemudian arahkan cursor dan click icon Continue, kemudian submenu ini akan hilang dan arahkan cursor dan click icon OK, kemudian arahkan cursor dan click icon Options, maka akan menghasilkan tampilan tabel statistik dasar sebagai berikut:

Setiap hasil analisis akan disajikan pada SPSS Viewer Output.
Beberapa statistic dasar yang ada pada submenu Descriptive… adalah:
Statistik Dasar Digunakan Untuk Menghitung
Mean Rata-rata hitung
Sum Jumlah atau total
Std. Deviation Simpangan baku
Variance Ragam
Range Range atau selisih antara nilai tertinggi dengan terendah
Minimum Nilai terendah
Maximum Nilai tertinggi
S.E. Mean Rata-rata standar error
Kurtosis Koefisien kelancipan (kurtosis)
Skewness Koefisien kemiringan (skewness)

D. Contoh menghitung statistik dasar dengan SPSS (FREQUENCIES).

Adapun prosedur untuk menghitung statistic dasar melalui submenu Frekuensi… adalah sebagai berikut:

a. Arahkan cursor dan click icon Analysis pada menu utama Data Editor, kemudian pilih menu Descriptive Statistics, dan kemudian pilih dan click submenu Frequencies… seperti yang terlihat di bawah ini:

b. Pilih variable (variabel-variabel) yang akan dihitung statistic dasarnya dengan cara mengarahkan cursor di daftar nama variable (kota sebelah kiri) dan click variable yang dipilih, kemudian arahkan cursor dan click icon , maka variable itu akan pindah ke kotak Variable(s) yang ada di sebelah kanan.

c. Langkah ini akan memberikan tampilan sebagai berikut:

d. Langkah kedua ini dilakukan berulang kali sampai seluruh variable yang akan dihitung statistik dasarnya berada di kotak sebelah kanan (dalam contoh ini kita akan menghitung seluruh butir, yaitu untuk butir nomor 1 B01 sampai dengan butir 18 B19 dan Total), kemudian menonaktifkan Display frequency tables dengan cara arahkan cursor dan click kotak kecil Display frequency tables. Tujuan menonaktifkan ini adalah supaya table frekuensi tidak ditampilkan. Ciri tidak aktif fungsi ini adalah tidak ada tanda centang pada kotak kecil Display frequency tables.

e. Arahkan cursor dan click icon Statistics untuk memilih statistik dasar yang ingin dihitung dan ditampilkan. Submenu statistik ini penampilannya adalah sebagai berikut:

f. Langkah kelima adalah menentukan statistik dasar yang akan dihitung dan ditampilkan dengan cara memilih meng-click statistik dasar yang diinginkan (misalnya: total/Sum, mean, standar deviasi, dan sebagainya), kemudian arahkan cursor dan click icon Continue, kemudian submenu ini akan hilang dan arahkan cursor dan click icon OK, kemudian akan menghasilkan tampilan tabel statistik dasar sebagai berikut:

Setiap hasil analisis akan disajikan pada SPSS Viewer Output.

Beberapa statistik dasar yang ada pada submenu Frequencies… adalah:

Statistik Dasar Digunakan Untuk Menghitung
Mean Rata-rata hitung
Median Median
Mode Modus
Sum Jumlah atau total
Std. Deviation Simpangan baku
Variance Ragam
Range Range atau selisih antara nilai tertinggi dengan terendah
Minimum Nilai terendah
Maximum Nilai tertinggi
S.E. Mean Rata-rata standar error
Kurtosis Koefisien kelancipan (kurtosis)
Skewness Koefisien kemiringan (skewness)
Quartiles Kuartil

 
Comments Off

Posted in Ringkasan Materi Kuliah

 

Tags:

Comments are closed.

 
1 visitors online now
0 guests, 1 bots, 0 members
Max visitors today: 1 at 12:24 am UTC
This month: 1 at 09-01-2014 12:11 am UTC
This year: 14 at 05-01-2014 04:39 pm UTC
All time: 92 at 11-05-2013 10:26 am UTC
Terima Kasih atas kunjungan anda...Wassalam